9aV5VOmNvWTJvyQUeBRmSjKEbRhrgwIEmSiBS4MZ

Sejarah dan Karakteristik Tari Gambyong Pareanom

Tari Gambyong Pareanom adalah salah satu tarian tradisional dari Jawa Tengah yang namanya sudah tak asing lagi didengar. Tarian Indonesia ini dipentaskan oleh para wanita. Salah satu fungsi dari pementasan tari Gambyong Pareanom adalah dilakukan sebagai sarana hiburan rakyat.

Tari Gambyong Pareanom

Tari Gambyong merupakan salah satu tari tradisional atau adat yang berasal dari daerah Surakarta, Jawa Tengah. Pada awalnya tari ini hanya sebuah tarian jalanan atau tarian rakyat dan merupakan tari kreasi baru hasil pengembangan Tari Tayub.

Sejarah Singkat Tari Gambyong

Biasanya Tari Gambyong dibawakan masyarakat Surakarta tempo dulu pada saat upacara menjelang proses menanam padi dan panen. Pertunjukan ini menjadi bagian dari undangan kepada Dewi Sri atau Dewi Padi agar ia memberkahi sawah mereka dengan hasil panen yang maksimal.

Gambyong sendiri berasal dari nama seorang penari kondang (Sri Gambyong) pada masa dulu yang memiliki suara merdu dan keluwesan gerak dalam menari hingga memikat banyak orang.

Pada awalnya Sri Gambyong sering melakukan pertunjukan seni tari Tayub atau tari Tledhek di jalanan. Kemudian, banyak orang menganggap tariannya memiliki karakteristik yang sangat khas dan berbeda dari penari-penari biasanya. Sehingga akhirnya menjadi populer dan dikenal oleh masyarakat di wilayah Kasunanan Surakarta pada masa itu.

Karakteristik Tari Gambyong Pareanom

Hingga saat ini, tari gambyong masih sering dipertunjukan dalam acara-acara resmi kenegaraan maupun adat masyarakat. Selain itu, tari Gambyong juga masih sering dijadikan sebagai pertunjukan penting dalam acara-acara besar atau festival. Bahkan, banyak wisatawan mancanegara yang menyukainya karena tarian ini memiliki keunikan tersendiri.

Pada dasarnya tari Gambyong merupakan hasil kreasi dan pengembangan dari gerakan dalam Tari Tayub. Namun, perbedaannya dengan tari tayub, pada tari gambyong umumnya dilakukan pada garis dan gerak yang jauh lebih besar.

Adapun unsur estetis dari gerakan tari ini terletak pada kekompakan penari-penarinya. Gerakan tangan, kaki, dan kepala para penari Gambyong secara bersama-sama selaras dengan irama kendang yang dimainkan. Selain itu, gerakan mata juga selalu mengikuti arah tangan untuk menjaga harmonisasi tarian tarian.

Kostum Penari Gambyong Pareanom

Para penari Gambyong wajib mengenakan kostum khusus saat menari berupa kemben yang bahunya terbuka hingga bagian atas dada serta kain panjang bermotif untuk bawahannya. Para penari juga dirias dengan sangat cantik serta dilengkapi selendang berwarna kuning.

Kostum tari Gambyong identik dengan warna kuning dan hijau. Kuning melambangkan kekayaan, dan hijau melambangkan kesuburan.

Alat Musik dan Irama Pengiring Tari Gambyong

Pada pertunjukkan tari Gambyong gerakan penari diiringi dengan bunyi dan irama musik dari seperangkat gamelan serta tembang Jawa. Gong, gambang, kenong, serta kendang dimainkan secara harmonis untuk mengiringi gerak para penari Gambyong.

Gerakan-gerakannya yang seirama dengan bunyi kendang menjadi daya tarik tersendiri dari Gambyong pareanom.

Dari beberapa alat musik pengiring Tari Gambyong, kendang menjadi yang paling istimewa. Kendang menjadi panduan atau patokan bagi para pemain musik dan penari untuk melakukan gerak serta bunyi tertentu. Oleh karena itu, dalam tari Gambyong, kendang mendapat julukan sebagai otot tarian.

Demikian sekilas cerita tentang tari Gambyong Pareanom dari Surakarta, Jawa Tengah yang pernah juga dijadikan sebagai tema dalam Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) di masa pandemi covid-19 pada tahun 2021 secara online.

Related Posts
Sri Kuncoro SP
Allah Is My Power
Follow: FB | IG | YT

Posting Komentar