9aV5VOmNvWTJvyQUeBRmSjKEbRhrgwIEmSiBS4MZ

Teknik Penerapan Ragam Hias Pada Bahan Kayu

Tahukah kalian ragam hias pada kayu yang paling terkenal di Indonesia? Jawabannya adalah ukiran kayu dari Jepara. Selain ukirannya, ragam hias dengan bahan dasar kayu yang diproduksi oleh masyarakat di Jepara yaitu patung, relief, dan lain-lain.

Ragam Hias Pada Bahan Kayu

Kepopuleran ukiran Jepara tidak hanya sebatas di wilayah Indonesia saja, tetapi juga terkenal hingga ke mancanegara. Hal ini dibuktikan dengan tingginya permintaan dari luar negeri akan produk ukiran dari Jepara. Oleh karena itu, ukiran Jepara merupakan salah satu komoditi ekspor andalan Indonesia.

Ukiran kayu merupakan salah satu jenis kerajinan kriya yang banyak dikembangkan oleh masyarakat di wilayah nusantara. Di Indonesia, salah satu daerah yang menjadikan ukiran kayu sebagai produk kerajinan utama adalah Jepara.

Pengertian Bahan Kayu

Kayu merupakan bahan yang dapat ditemui di sekitar kita. Kayu tidak hanya digunakan sebagai bahan bangunan dan bahan bakar, namun kayu juga dapat dimanfaatkan menjadi karya seni yang indah.

Bahan kayu yang biasanya digunakan untuk membuat kerajinan ukir adalah jenis kayu jati, mahoni, joko keset atau meh, damar, sono, sengon, dan masih banyak lagi.

Kayu yang digunakan untuk membuat ragam hias biasanya diolah terlebih dahulu menjadi benda-benda seni lainnya kemudian baru digabungkan dengan sentuhan ragam hias.

Tekik Penerapan Ragam Hias Pada Kayu

Teknik yang dapat dilakukan untuk menerapkan ragam hias pada bahan kayu misalnya dengan ukiran maupun dengan menggambar. Mengukir berarti ragam hias dibuat dengan cara dipahat dan dibentuk seperti relief. Sedangkan teknik menggambar dibuat setelah benda atau karya seni tersebul dibentuk.

Ragam hias pada media kayu dapat ditemui pada kayu, jendela, tiang, dan beberapa bagian rumah tertentu. Selain digunakan sebagai bagian dari keindahan, ragam hias pada rumah juga berfungsi sebagai penolak bala atau sebagai bentuk penghormatan pada roh leluhur.

Beberapa daerah di Indonesia seperti Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali, Sulawesi, dan Papua menerapkan ragam hias pada kayu dengan ciri khas masing-masing. Keindahan yang ditampilkan melalui bahan kayu dapat membuat kita lebih menghargai karya seni yang dihasilkan oleh tangan-tangan yang terampil. Ragam hias yang terbuat dari bahan kayu juga memiliki makna dan fungsi dalam kehidupan sosial budaya bagi masyarakat pendukungnya.

Ragam Hias

Penempatan ragam hias pada bahan kayu dapat dilakukan pada bidang dengan dua atau tiga dimensi. Penempatan ragam hias pada bidang dua dimensi, ragam hias dapat dilakukan dengan menggambaratau melukis permukaan bidang. Penerapan ragam hias pada bidang dua dimensi dapat dilihat pada ukiran kayu, dan juga dapat dilihat pada sisi-sisi bangunan rumah adat.

Penerapan ragam hias pada bahan kayu dibuat dengan cara diukir dengan penyelesaiannya menggunakan cat kayu. Penerapan ragam hias pada bahan kayu dapat dikembangkan pada benda ataupun kerajinan daerah seperti tameng dan topeng. Ragam hias tersebut dibuat dengan cara digambar kemudian diberi wama.

Ragam hias yang digunakan tidak berbeda jauh dengan ragam hias pada media lainnya. Ragam hias yang digunakan biasanya diambil dari unsur flora, fauna, geometris, dan bentuk-bentuk figuratif.

Berikut contoh ragam hias pada bahan kayu yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Berkarya menggunakan bahan kayu dapat dilakukan dengar cara mengukir, menggambar, dan melukis. Mengukir berarti membuat sayatan atau pahatan pada permukaan kayu menggunakan alat pahat. Sedangkan kegiatan melukis dari menggambar merupakan membuat gambar ragam hias kemudian diberi warna. Teknik berkarya dengan bahan kayu tersebut memilik prosedur dan berbeda.

1. Menggambar Ragam Hias Ukiran

Bentuk kayu yang dapat digunakan untuk ragam hias bisa berupa batang dan papan. Namun, dalam mengukir kayu hendaknya memperhatikan seratnya, kayu tersebut memilik serat yang halus atau berserat kasar.

Sebelum diukir, sebaiknya terlebih dahulu kayu dibuat gambar ragam hiasnya. Membuat sketsa pada kayu merupakan salah satu aktivitas dalam membuat ukiran. Adapun prosedur membuat ukiran pada bahan kayu antara lain adalah sebagai berikut:

  • Menyiapkan alat dan bahan untuk menggambar ragam hias ukiran.
  • Memilih bentuk ragam hias sebagai objek untuk berkarya.
  • Membuat sketsa ragam hias pada bahan kayu.
  • Memberikan wama pada hasil gambar.

Sebelum mengukir, sebaiknya juga diketahui terlebih dahulu alat dan bahan, serta prosedur pembuatannya. Alat utama yang digunakan untuk mengukir ada dua jenis mata pahat yaitu mata pahat mendatar dan mata pahat melengkung. Penggunaan mata pahat harus disesuaikan dengan bentuk ragam hias yang akan diukir.

Alat pemukul yang digunakan dalam kegiatan mengukir ada yang terbuat dari kayu, besi, dan ada pula yang terbuat dari batu.

2. Melukis Ragam Hias di Atas Bahan Kayu

Bahan kayu yang digunakan dalam membuat ragam hias sebaiknya memiliki sifat banyak menyerap cat. Pengecatan dalam berkarya dengan bahan kayu sebaiknya juga dilakukan berulang-ulang agar warna yang diinginkan dapat terlihat sempurna.

Pengulangan pengecatan sebaiknya dilakukan setelah cat yang sebelumnya mengering, agar tidak terjadi pencampuran warna. Berikut prosedur dalam melukis ragam hias pada bahan kayu.

  • Menyiapkan perlengkapan alat lukis seperti kuas, palet, cat, dan lain-lain.
  • Menyiapkan bahan kayu yang akan dibuat ragam has berupa papan atau batang kayu.
  • Membuat sketsa ragam hias pada bahan kayu.
  • Melukis ragam has sesuai dengan pola.
  • Melakukan pewarnaan pada lukisan yang telah dibuat sebelumnya.
  • Memberikan cat pelapis agar warna terlihat lebih sempurna.
Related Posts
Sri Kuncoro SP
Allah Is My Power
Follow: FB | IG | YT

Posting Komentar